Kelahiran dan Kematian Bintang
Selain matahari, bintang terdekat dengan bumi adalah Proxima Centauri yang jaraknya 4.2 tahun cahaya atau 40 triliun km. 1 th cahaya atau radiasi elektromagnetik lainnya beredar dalam 1 tahun. Bintang adalah benda bersinar, bergas, yang mengeluarkan energi dengan fusi nuklir dalam intinya. Bahan bakar bintang habis sejalan dg bertambah tuanya bintang itu. Inti menyusut dalam bobotnya sendiri sedangkan “pembakaran” nuklir terus berlanjut. Penyusutan memanaskan inti menjadikan lapisan luar bintang melebar dan mendingin. Bintang menjadi “Raksasa Merah”. Bintang dengan massa yang lebih besar akan terus meleburkan semua unsure yang lebih ringan sampai mencapai besi. Saat sisa” atmosfer bintang menguap, inti yang terekspos menjadi “White Dwarf”. Ketika bintang mencoba meleburkan besi, ada letusan besar dan menjadi bintang “Supernova”. Setelah letusan ini, bintang dapat bertahan sebagai pulsar atau “Lubang Hitam”
Nova dan Supernova
Nova dulunya dipercaya sebagai bintang yang baru lahir. Kini diketahui nova bukanlah bintang baru, melainkan bintang ganda dekat yang menjulang saat 1 bintang memuatkan materinya pada bintang lain. Supernova lebih dahsyat dan terjadi ketika bintang bermassa besar jatuh pada akhir hayatnya. Namun, intinya dapat bertahan dan menjadi pulsar atau bahkan lubang hitam. Gas yang dikeluarkan oleh ledakan membentuk kulit besar atau sisa Supernova. Gas dari Supernova memicu lahirnya bintang baru. [foto” ini mempertlihatkan pemunculan sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) Supernova 1987 A, selama lebih dua minggu pd th 1987]
Rasi bintang Orion
Rasi bintang adalah gugus bintang yang tampak dekat satu sama lain di langit, tetapi biasanya tersebar dalam ruang tiga dimensi. Orion / Sang Pemburu merupakan suatu rasi atau konstelasi bintang yang tampak pada langit tengah malam Bulan Desember. Rasi ini menarik perhatian astronom karena mengandung banyak objek menarik. Ada beberapa bintang terang didalamnya.
Rigel atau Beta Orionis adalah bintang paling terang di rasi tersebut. Rigel adalah bintang maha raksasa biru dengan suhu permukaan ±13.000 0C. andaikan Rigel ditaruh pada jarak matahari, bintang ini akan tampak ±23.000 kali lebih terang daripada matahari. Diameter Rigel 33 kali diameter matahari.
(gambar beta orionis)
Bintang lain yang terang adalah Betelgeuse atau Alpha Orionis yang merupakan bintang maha raksasa merah. Rapatannya sangat rendah akibat pengembangan menuju ukuran maha raksasa itu, sehingga bintang itu sering disebut Si Merah Panas yang Vakum. Bintang ini memuai dan menyusut dg periode yg tak teratur, shg juga disebut bintang variable tak teratur. Seperti matahari, bintang ini mempunyai daerah” permukaan yang berenergi tinggi. Baru pd kedua bintang ini ilmuan menjumpai gejala seperti itu. Diameter Betelgeuse ±460 kali diameter matahari. Andaikan matahari sebesar Betelgeuse, maka planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars akan “tertelan” di dalamnya. Sedangkan kecerlangannya ±17000 kali lebih terang dari matahari, dan jaraknya ke bumi ±300 tahun cahaya.
(gambar betelgeuse)
Bintang ketiga yang terang adalah Bellatrix atau Gamma Orionis yang merupakan bintang raksasa biru dengan suhu permukaan ±20.000 0C
Nebula Orion, suatu nebula atau kabut antar bintang yang besar tampak dalam rasi orion. Nebula ini mengandung debu dan gas antar bintang. Di dalam nebula terdapat kelompok bintang panas berwarna biru yang spektrumnya digolengkan oleh para astronom sebagai kelas O. kelompok bintang panas seperti ini disebut asosiasi O yang merupakan kelompok bintang” muda. Sangat boleh jadi proses pembentukan bintang masih terjadi dalam nebula ini.
Yap sekian dl postingan kali ni. Owh y, mhn mu.uph jika adanya kesalahan data/ informasi. Ntu data gw dpt dr bca2 ensiklopedi nasional Indonesia ataupun jendela iptek. Yah begitulah…..
C U next………
PS: bisakah gw liat rasi sang pemburu itu?? Kita liat bsk desember!! OK?!
coir dkh... gmbr orion+nebula nya blm ke upload, bsk2 q tampilin dkh... kl nggk, cari ndri yaw... hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar